Peluang Juventus untuk lolos ke Liga Champions musim depan sangat kecil. Namun, secara matematis belum tertutup. Hasil di laga lain yang melibatkan tiga tim, yakni AC Milan, AS Roma, dan Como juga memengaruhi kelolosan Nyonya Tua ke kompetisi elit Eropa. Bianconeri akan lolos jika mampu mengalahkan Torino dalam Derby della Mole di pekan terakhir Serie A, 24 Mei mendatang. Dengan catatan, Milan, Roma dan Como gagal menang di laga lainnya.
Usai kalah dari Fiorentina, Kenan Yildiz cs terlempar ke peringkat enam klasemen dengan raihan 68 angka, sama dengan Como di peringkat lima. Milan dan Roma duduk di peringkat tiga dan empat unggul dua angka dari Juve dan Como. Jika Milan dan Roma meraih hasil imbang di pekan terakhir, Juve masih tetap lolos karena memiliki rekor head to head lebih baik dengan Roma.
Rekor head to head dengan Milan sebenarnya sama. Namun, Bianconeri memiliki selisih sol lebih baik, yakni +27 dibanding +19 milik Milan. Beda halnya dengan Como, anak asuh Luciano Spalletti kalah dua kali dari tim besutan Cesc Fabregas. Oleh karena itu, Juve membutuhkan satu poin lebih banyak dari klub milik pengusaha asal Indonesia itu jika ingin lolos ke Liga Champions musim depan.
Spaletti mesti waspada karena Juve tak akan diperkuat Gleison Bremer di laga pamungkas Serie A karena sanksi akumulasi kartu. Laga derby melawan Torino selalu sengit dari menit pertama. Juve lebih baik bermain pragmatis dan mengincar peluang lewat serangan balik cepat nan mematikan. Lini pertahanan harus solid untuk meredam agresivitas barisan serang Il Toro.
