Presiden Prabowo Subianto bersama Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat kunjungan kerja baru-baru ini. Mentan Amran menyatakan, penghapusan sistem rafaksi harga gabah menjadi salah satu kunci capaian stok beras nasional menembus angka 4 juta ton. (Foto : Kementan)
Menteri Kelautan dan Perikanan RI Sakti Wahyu Trenggono usai menyaksikan penandatanganan kerja sama penguatan pengembangan sumber daya manusia (SDM) kelautan dan perikanan dengan Kementerian Sumber Daya Alam China. KKP menggandeng First Institute of Oceanography (FIO) dari China dalam rangka mendukung pengembangan pusat pelatihan ilmu kelautan di Indonesia. (Foto/Ilustrasi : KKP)
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan, stok beras nasional yang menembus 4 juta ton per 30 Mei 2025 bukanlah akhir, melainkan awal dari langkah besar Indonesia menuju kemandirian pangan berkelanjutan. Mentan mengungkapkan hal itu saat menggelar syukuran atas tercapainya stok 4 juta ton di Jakarta pada 30 Mei 2025. (Foto : Kementan)
Presiden Prabowo Subianto bersama Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat kunjungan kerja baru-baru ini. Mentan Amran menyatakan, penghapusan sistem rafaksi harga gabah menjadi salah satu kunci capaian stok beras nasional menembus angka 4 juta ton. (Foto : Kementan)
Peningkatan tata kelola pelabuhan perikanan sesuai amanat Perpres No 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2025-2029 serta PP No 27 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Kelautan dan Perikanan. (Foto/Ilustrasi : KKP)
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menyatakan bahwa kebijakan pertanian propetani yang dirilis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto bukti bahwa negara hadir untuk rakyat. Kebijakan pertanian propetani itu antara lain percepatan distribusi pupuk. (Foto : Kementan)