JAKARTA, AW-Bayern Munich tak kuasa menghentikan laju PSG ke final Liga Champions. Hasil imbang 1-1 pada leg kedua semifinal membuat Les Parisiens lolos ke laga puncak. Jika mampu menundukkan Arsenal di Budapest, Hungaria, Juni mendatang, skuat asuhan Luis Enrique akan masuk jajaran tim elit Eropa.

Mereka akan bergabung dengan Real Madrid yang lebih dulu sukses mempertahankan gelar juara Liga Champions dua kali berturut-turut. Marquinhos cs punya lini pertahanan solid dan lini serang mematikan dengan ditopang barisan gelandang yang tampil luar biasa. Duel PSG vs Bayern boleh jadi laga final kepagian mengingat catatan impresif kedua tim menuju babak empat besar musim ini.

Kalau boleh mengambil analogi sederhana, kualitas Khvicha Kvaratskhelia cs sebanding dengan Barcelona di masa jayanya, dengan pemain seperti Lionel Messi, Xavi, dan Andres Iniesta. Mereka lama menguasai Eropa dengan gaya bermain tiki-taka racikan pelatih Pep Guardiola. Sang pelatih sendiri, Luis Enrique, juga mengusung gaya permainan menyerang yang memanjakan mata.

Dengan skuat hebat seperti Ousmane Dembela, Khvicha Kvaratskhelia, Desire Doue, dan Bradley Barcola, Enrique tak kenal takut siapapun lawan mereka. Barisan gelandang seperti Fabian Ruiz, Joao Neves, dan Vitinha juga menjamin lini tengah mereka seimbang saat menyerang maupun bertahan. Ini harus menjadi perhatian manajer Arsenal, Mikel Arteta.

Dari segi kualitas, Enrique jelas lebih mentereng dengan raihan dua gelar juara Liga Champions bersama Barcelona dan PSG. Sementara, Arteta baru sekali mempersembahkan gelar juara Piala FA untuk Arsenal pada 2020 lalu. Tapi, laga final kadang menghadirkan kejutan seperti saat PSG takluk dari Chelsea di final Piala Dunia Antarklub akhir musim lalu.