JAKARTA, AW-Barcelona semakin bahagia di atas penderitaan musuh abadinya, Real Madrid, jika mampu menghindari kekalahan saat keduanya bentrok di Camp Nou, Senin (11/5) dinihari. Pesta juara La Liga di kandang sendiri dan di hadapan musuh bebuyutan akan menambah sempurna derita Madrid musim ini.

Musim 2025-26 akan menjadi musim terburuk dalam sejarah klub. Mulai dari kehilangan sosok pelatih utama, yakni Xabi Alonso, gagal di Copa del Rey, tersingkir di babak perempat final Liga Champions, dan lagi-lagi kalah bersaing dengan Barca dalam perebutan gelar juara La Liga. Ini adalah kedua kalinya secara beruntun, Madrid mengakhiri musim tanpa trofi.

Hubungan antarpemain dan dengan staf kepelatihan yang tidak harmonis menambah kelam perjalanan Si Putih musim ini. Mulai dari foto yang viral, Kylian Mbappe tengah liburan saat dalam masa pemulihan cedera, pertengkaran antara Antonio Ruediger dengan Alvara Carreras, hingga Wakil Kapten Federico Valverde yang harus dibawah ke rumah sakit karena gegar otak ringan usai bertengkar dengan Aurelien Tchouameni.

Kemenangan di El Clasico berarti banyak dalam sukses Barca dan Madrid meraih gelar juara La Liga. Anak asuh Hansi Flick menyapu bersih dua pertemuan dengan Madrid dan mengakhiri musim lalu dengan keunggulan empat angka dari pesaing beratnya itu.

Musim 2023-24, Madrid yang menyapu bersih dua laga El Clasico dan mengakhiri musim di puncak dengan keunggulan 10 angka dari Barca. Ketika itu, Los Blancos masih diasuh Carlo Ancelotti yang kini mendapat amanah melatih timnas Brasil.