JAKARTA, AW-Luciano Spalletti mengemban amanah mengembalikan kejayaan raksasa Italia, Juventus. Setelah memecat Igor Tudor, manajemen Bianconeri menunjuk pelatih 66 tahun itu sebagai allenatore anyar Juve. Ini sederet kelebihan eks pelatih Italia itu untuk Nyonya Tua.
Spalletti tidak asing dengan atmosfer Seri A. Setelah menghabiskan karier bermainnya di Seri A, eks pelatih Napoli itu menghabiskan lebih dari 90% karier melatihnya untuk menangani klub-klub Italia. Yakni, Empoli, Sampdoria, Venezia, Udinesa, Ancona, AS Roma, Inter, dan terakhir Napoli.
Zenit St. Petersburg menjadi satu-satunya klub di Italia yang pernah merasakan tangan dingin Spalletti. Ia mempersembahkan dua trofi Liga Primer Rusia, satu Piala Rusia, dan satu Piala Super Rusia. Di Seri A, prestasi terbaiknya adalah mengakhiri puasa gelar juara Seri A selama 33 tahun pada musim 2022-23.
Partenopei bahkan tampil dominan di bawah asuhan pelatih berkepala plontos tersebut. Napoli unggul 16 angka dari runner-up, Lazio. Victor Osimhen cs bahkan tak tergeser dari puncak klasemen sejak pekan ke-6 Seri A. Skuat Juventus tak jauh berbeda dengan Napoli. Nyonya Tua punya penjaga gawang top, yakni Michele Di Gregorio.
Spalletti juga punya duet maut di jantung pertahanan, yakni Gleison Bremer dan Federico Gatti. Juve punya playmaker muda berbakat dalam diri Kenan Yildiz. Ada juga sayap lincah nan mematikan, yakni Francisco Conceicao. Bianconeri memiliki deretan ujung tombak mengerikan, yaitu Dusan Vlahovic, Lois Openda, dan Jonathan David.
Menarik ditunggu strategi berikut formasi pemain racikan Spalletti saat Juve melawat ke markas tim promosi, Cremonese, Minggu (2/11). Eks pelatih Inter dan Roma itu mesti jeli memilah skuat karena tidak hari kemudian, Nyonya Tua harus menjamu Sporting CP di matchday ke-4 fase penyisihan Liga Champions. Kemudian, empat hari berselang mereka harus siap menjamu Torino dalam Derby della Mole.
Tiga laga dalam waktu berdekatan akan menjadi ujian berat pertama Spalletti di Turin. Juve belum sekalipun menang di Liga Champions, dua kali imbang dengan Borussia Dortmund dan Villarreal dan sekali kalah dari raksasa Spanyol, Real Madrid. Di Seri A, mereka baru sekali menang di enam laga terakhir.
