Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono membongkar peta jalan kemandirian pangan nasional yang di dalamnya memuat strategi besar yang akan dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan). Strategi Kementan dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional adalah melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi lahan. (Foto/Ilustrasi : Kementan)
Wamentan Sudaryono, saat melepas ekspor komoditas lokal berupa mocaf dan media tanam berbahan serabut kelapa yang dikelola Kopdes Merah Putih di Desa Bawang, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, pada 20 September 2025, mengatakan, pemerintah akan mengubah Banjarnegara menjadi episentrum ekspor komoditas pertanian melalui kehadiran Kopdes Merah Putih. (Foto/Ilustrasi : Kementan)
Kementan mengapresiasi langkah organisasi Muhammadiyah yang serius terjun ke bidang usaha pertanian. Pengembangan pertanian memang tidak bisa hanya dibebankan ke pemerintah, tapi harus dilakukan semua elemen bangsa. (Foto/Ilustrasi : Kementan)
Wamentan Sudaryono menegaskan bahwa ide dan inovasi PIHC, terutama dari sisi alur distribusi pupuk bersubsidi, menjadi faktor kunci dalam menjaga ketersediaan pupuk bagi para petani di Indonesia. (Foto/Ilustrasi : Kementan)
Wamentan Sudaryono saat menjadi pembicara Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Brawijaya 2025 di Kota Malang, Jawa Timur, pada 13 Agustus 2025. Usai acara itu, Wamentan mengatakan, pemerintah menargetkan distribusi beras SPHP dapat ditingkatkan menjadi 7.000 ton per hari dari saat ini sekitar 3.000 ton per hari. (Foto/Ilustrasi : Kementan)
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono resmi melepas ekspor komoditas pertanian senilai Rp 1,335 miliar pada rangkaian kegiatan Pekan Agro Digital dan Inovasi (PADI) 2025 di Agro Center Soropadan, Temanggung, Jateng, pada 20 Juli 2025. Wamentan menggandeng para petani milenial Jateng menembus pasar dunia dengan melakukan ekspor ubi dan sayur demi meraih cuan miliaran rupiah. (Foto/Ilustrasi : Kementan)
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dinilai sebagai sosok pemersatu di tubuh Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) oleh Ketua Badan Pertimbangan Organisasi (BPO) HKTI Oesman Sapta Odang. (Foto : Kementan)
Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) mengakhiri drama dualisme kepemimpinan setelah kubu Moeldoko dan Fadli Zon sepakat menunjuk Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono sebagai Ketua Umum HKTI periode 2025-2030. (Foto : Kementan)