JAKARTA, AW-Xabi Alonso sukses menghentikan laju negatif Real Madrid, yakni kalah di empat pertemuan berturut-turut di musim lalu dengan musuh abadinya, Barcelona. Pelatih anyar Los Blancos itu memang gak ada obat. Madrid menang 2-1 di Santiago Bernabeu pada El Clasico jilid pertama musim ini.

Pelatih berkebangsaan Spanyol tersebut memang orang yang tepat mengambil alih tongkat estafet dari pelatih El Real sebelumnya, Carlo Ancelotti. Kalah empat kali secara beruntun di El Clasico menandai akhir era Don Carlo di Santiago Bernabeu.

Namun, karier melatih Alonso di Madrid tak berjalan mulus. Minimnya pengalaman menangani tim besar membuat pria 43 tahun itu banyak menelan pil pahit. Raksasa Ligue 1, PSG membantai Jude Bellingham dkk 4-0 di semifinal Piala Dunia Antarklub. Pada laga derby melawan tim sekota, Los Blancos menyerah 5-2 dari Atletico Madrid.

Namun, gaya melatihnya mulai menuai hasil. Kemenangan 2-1 atas Barca adalah kemenangan paling berarti untuk para fans Los Merengues. Musim lalu, mereka melihat tim kesayangannya hancur-lebur setelah kalah dalam empat El Clasico secara beruntun. Gawang Madrid kemasukan 16 gol dan hanya memasukkan tujuh gol ke gawang Barca.

Kylian Mbappe dkk tampil padu dengan intensitas dan penguasaan bola yang tinggi, mengacak-acak kotak terlarang Blaugrana. Keputusan Alonso menambah satu gelandang jangkar dan mengorbankan satu penyerang sayap terbukti ampuh menghentikan laju serangan Lamine Yamal cs.

Saat tengah kehilangan bola, Bellingham, Eduardo Camavinga bergabung dengan Aurélien Tchouaméni dan Arda Guler dalam formasi 4-4-2. Inilah yang membuat Yamal seperti menghilang dan Ferran Torres pun tak berkutik mendapat kawalan ketat barisan gelandang Madrid.