JAKARTA, AW-Luciano Spalletti mengawali masa baktinya di Juventus dengan hasil bagus. Kemenangan 2-1 atas tim promosi Seri A, Cremonese serta hasil imbang 1-1 meski mendominasi jalannya laga melawan Sporting di Liga Champions melegakan manajemen klub dan para fans Bianconeri.

Namun, ujian terberat eks pelatih Napoli tersebut adalah laga Derby della Mole melawan Torino, Minggu (9/11) di Allianz Stadium. Pada pertemuan pertama di kandang Il Toro, Juve hanya bisa bermain imbang 1-1. Dalam lima pertemuan terakhir, Nyonya Tua hanya mampu menang tiga kali dan sisanya imbang.

Tekanan berada di kubu Juve, terutama Spalletti. Eks pelatih timnas Italia itu diharapkan bisa meraih kemenangan keduanya secara beruntun di Seri A. Meskipun sulit, hasil bagus di hadapan para fans akan menambah percaya diri pelatih 66 tahun itu memoles Dusan Vlahovic cs hingga akhir musim.

Tuan rumah mesti ekstrawaspada karena tim besutan Ivan Juric tengah mencari kemenangan setelah imbang di dua laga sebelumnya melawan Pisa dan Bologna. Kemenangan akan mengangkat Il Toro ke peringkat 10 besar. Saat ini, Torino tercecer di posisi 13 klasemen.

Spalletti tampaknya masih akan mengusung formasi 4-3-3 dengan trisula Lois Openda, Vlahovic, dan Kenan Yildiz di depan. Untuk menghalau serangan lawan, Teun Koopmeiners bisa dipasang sebagai gelandang bersama Manuel Locatelli dan Khephren Thuram.