JAKARTA, AW-Sadar tak lagi gacor seperti musim lalu, Mohamed Salah sepertinya ingin meninggalkan Anfield. Belajar dari kasus bintang bola dunia, Cristiano Ronaldo, yang curhat kepada media perihal kebijakan klub, Mo Salah pun melakukan aksi serupa dengan menyebut dirinya menjadi kambing hitam kegagalan Liverpool meraih hasil bagus musim ini.
“King of Anfield” ini menumpahkan kekesalannya ke media usai Liverpool ditahan imbang 3-3 oleh tuan rumah Leeds United. Sang pemain akhirnya bikin berita besar. Sayang, bukan berita soal performa ciamiknya di atas lapangan. Tapi, justru ucapannya yang membuat manajer hingga manajemen klub kebakaran jenggot.
Salah telah menegaskan di media kalau dirinya lebih besar dari klub. Ia menilai kontribusi 250 gol sejak bergabung dari AS Roma pada 2017 silam dan performa gemilang di atas lapangan sepanjang musim lalu bisa menjadi jaminan satu tempat di tim inti The Reds.
Penyerang internasional Mesir itu memang pantas menjadi Rajanya Anfield melihat deretan rekor dan prestasi yang berhasil diraih, namun pemain hebat itu “bicara” dengan prestasi bukan sibuk berkeluh-kesah di media yang hanya akan menambah panas situasi kamar ganti klub.
Saat klub tengah bergoyang dihantam ombak besar, sang raja seharusnya bisa membantu menjaga agar kapal tidak karam. Minimal dengan kata-kata motivasi yang bikin adem bukannya menambah panas lewat ungkapan kekecewaan di media.
Slot sudah seharusnya memberi Salah sanksi indisipliner seperti mencoret namanya dari skuat Liverpool yang akan terbang ke Italia, menghadapi Inter di Liga Champions. Demi menjaga situasi kamar ganti klub, pemain 33 tahun itu sebaiknya tidak menjadi starter di laga kontra Brighton, laga terakhirnya sebelum bertolak ke Afrika, bergabung dengan timnas Mesir di Piala Afrika 2025.
Selanjutnya, terserah Slot dan manajemen klub. Berkaca dari kasus serupa yang terjadi pada Cristiano Ronaldo semasa di Manchester United, Liverpool sebaiknya mengabulkan keinginan Salah untuk pindah ke klub lain. Bukan rahasia lagi, klub Liga Arab Saudi masih ingin mendatangkan Salah untuk bergabung dengan pendahulunya, yakni CR7.
Dana hasil penjualan sang pemain bisa digunakan untuk mendatangkan penyerang Real Madrid, Rodrygo yang juga tidak mendapat tempat di skuat besutan Xabi Alonso di Santiago Bernabeu. Jika bertahan di Anfield, Salah bisa menjadi duri dalam daging yang bisa melukai Liverpool di kemudian hari.
