JAKARTA, AW– Seperti musim-musim sebelumnya, Arsenal seperti kehabisan bensin di detik-detik penentuan liga. Dua trofi melayang usai dua kekalahan beruntun dari Manchester City di final Carabao Cup dan Southampton di perempat final Piala FA. Saatnya, manajer Arsenal Mikel Arteta membuktikan kepada para fans The Gunners kalau dirinya bukan manajer kacangan, kencang di awal liga tapi sempoyongan penghujung kompetisi.

Tuan rumah Sporting akan menjadi lawan mereka di leg pertama perempat final Liga Champions. Kekalahan di Portugal bakal menjadi bencana mengingat jalan mereka di kompetisi elit Eropa jauh lebih lapang. Mereka terhindar dari lawan berat seperti Real Madrid, Bayern Munich, PSG, dan Liverpool. Laga nanti tidak akan terlalu berat untuk Declan Rice dkk meskipun mereka sudah ditunggu Barcelona atau Atletico Madrid di semifinal.

Saat inilah mental juara pelatih asal Spanyol itu diuji. Lima kemenangan lagi akan menjadikan Meriam London meraih gelar juara pertamanya di Liga Champions. Arteta bakal mengukir namanya dengan tinta emas dalam sejarah klub saat suara-suara di luar Emirates riuh menyebutkan kalau manajer 44 tahun itu bakal gagal lagi seperti di tiga musim terakhir. Namanya pun akan sejajar dengan deretan manajer top dunia seperti Jose Mourinho, Carlo Ancelotti, Luis Enrique, dan Pep Guardiola.