JAKARTA, AW-Marc Marquez berharap setidaknya bisa meraih podium setelah gagal finis (DNF) pada balapan sebelumnya di Amerika Serikat. Namun, tipikal sirkuit Lusail, Qatar, yang punya banyak tikungan kanan, memaksanya realistis.
Seperti dilansir Crash, pebalap Ducati Lenovo itu menilai dua pesaing terdekatnya yakni Alex Marquez (BK8 Gresini Racing) dan rekan setimnya di Ducati Lenovo yakni Francesco Bagnaia, lebih berpeluang jadi yang tercepat di sirkuit sepanjang 5,4 km tersebut.
Pria 32 tahun ini memiliki kelemahan di lintasan dengan banyak tikungan kanan. Sepanjang kariernya, MM93 baru sekali finis pertama di Qatar. Momen itu terjadi pada 2014 lalu semasa ia masih berseragam Honda.
Hasil bagus di lintasan yang berada di tengah gurun itu diraih berkat kesuksesan Si Semut dari Cervera merebut pole position. Sayang, itu menjadi pole position pertama dan terakhir sepanjang karier balapnya di kelas MotoGP.
Setelah merajai balapan pembuka di Thailand dan kemudian Argentina, Marquez gagal finis di balapan utama di Amerika Serikat (COTA). Padahal, sehari sebelumnya ia sukses merebut kemenangan sprint race untuk ketiga kalinya secara berturut-turut. Banyak yang menyebut kalau MM93 kelewat percaya diri di main race COTA.
Pemain yang menyumbang seluruh uang hasil menjuarai MotoGP Thailand ini berjanji akan menebus kegagalannya di Amerika Serikat. Ia siap menggeber Desmosedici tunggangannya meraih hasil terbaik meski semesta tampak tidak berpihak pada abang Alex Marquez ini.
Sempat ditiadakan karena pandemic Covid 19 pada 2020, Lusail kembali menggelar balapan sejak 2021. Dari lima edisi, tercipta juga lima pemenang berbeda. Secara berturut-turut, Maverick Vinales, Fabio Quartararo, keduanya dari Yamaha. Selanjutanya, Enea Bastianini dan Fabio Di Giannantonio keduanya dari Ducati. Terakhir, Pecco Bagnaia yang sukses menjadi kampiun.
