JAKARTA, AW-Manajer Liverpool, Arne Slot berjudi dengan menurunkan banyak pemain muda saat Liverpool menjamu Crystal Palace di putaran keempat Piala Liga Inggris. Sayang, perjudiannya gagal total. Tuan rumah hancur-lebur kebobolan tiga gol tanpa balas.

Saat tengah membutuhkan kemenangan untuk bangkit dari keterpurukan, Slot malah dengan berani memasang banyak pemain minim pengalaman di hadapan para pendukungnya sendiri. Entah apa yang ada di benak pelatih berkebangsaan Belanda tersebut. Padahal, dia memiliki deretan barisan serang top seperti Mohamed Salah, Alexander Isak, dan Florian Wirtz yang hanya duduk di tribun.

Milos Kerkez menjadi satu-satunya pemain yang tampil di laga sebelumnya kontra Brentford. Seniornya sesama bek kiri Andy Robertson menemani Joe Gomez di jantung pertahanan. Sementara, posisi bek sayap kanan diserahkan kepada Calvin Ramsay, yang tampil untuk pertama kalinya bersama tim senior dalam tiga tahun terakhir.

Slot juga memberi kesempatan kiper anyar Freddie Woodman dan sayap lincah 18 tahun Kieran Morrison untuk melakoni debutnya bersama tim utama. Posisi sayap yang satunya menjadi milik Rio Ngumoha, pemain muda paling bersinar di Anfield musim lalu. Pada babak pertama, tuan rumah sudah ketinggalan 0-2 dari anak asuh Oliver Glasner.

Langkah berani Slot mengganti 10 pemain yang tampil di laga kontra Brentford berbuah kekalahan ke-6 dari tujuh laga terakhir di semua ajang. Prioritas sang pelatih memang mempertahankan gelar juara Liga Primer. Itulah kenapa timnya berisi banyak pemain muda di Piala Liga Inggris. Namun, kekalahan ini membuat sang pelatih kini berada di ujung tanduk.

Kemenangan di laga kontra Aston Villa dalam lanjutan Liga Primer akhir pekan ini adalah harga mati. Jika kalah lagi, manajemen klub tampaknya siap mengakhiri kerjasama dengan eks pelatih Feyenoord tersebut. Meski mempersembahkan trofi Liga Primer di musim debutnya, bukan pelatih yang tak tersentuh. Liverpool kini terpisah enam angka dari pemuncak klasemen, Arsenal.