JAKARTA, AW-Manajer Manchester City, Pep Guardiola berdamai dengan padatnya jadwal dengan menerapkan skema bertahan. Guardiola tak lagi mengharamkan pendekatan pragmatis demi meraup poin penuh dalam lawatannya ke Emirates Stadium, kandang Arsenal. Tuan rumah berhasil mencuri satu poin lewat gol penyama yang dicetak Gabriel Martinelli di injury time babak kedua setelah Erling Haaland membawa tim tamu memimpin di menit ke-9.
Dilansir OptaJoe, seperti dikutip Goal, City mencatat penguasaan bola hanya 32,8%, terendah dari rata-rata catatan The Citizens di Liga Primer di bawah asuhan Guardiola, yakni 601 laga. Selama 20 tahun, eks pelatih Barcelona dan Bayern Munich tersebut begitu mengidolakan skema tiki-taka yang bersandar pada tingginya penguasaan bola. Sebelum laga kontra Arsenal musim ini, City juga pernah mencatat penguasaan bola hanya 36,5% pada Maret 2023 lalu, juga saat menghadap Arsenal.
“Kami menghadapi laga berat menghadapi (rival sekota, Manchester) United dan Napoli selama sepekan ini. Saya angkat topi dengan kebugaran tim. Sulit, jika tim tidak melakukan pressing secara efektif. Imbang adalah hasil yang adil,” kata manajer asal Spanyol tersebut.
Guardiola tak memungkiri jika Arsenal tampil jauh lebih baik. Para pemain terlihat kelelahan. Hasil (laga melawan Arsenal) lebih bagus dari musim lalu. The Citizens juga sukses mempermalukankan rival sekotanya, Man United, di Liga Primer, kemudian Napoli di Liga Champions. Kedua kemenangan itu diraih di kandang sendiri, Etihad Stadium. Mnarik dinanti apakah Guardiola akan kembali mengusung skema bermain pragmatis saat City yang kini masih tercecer di peringkat sembilan klasemen usai 5 laga, saat menghadapi Huddersfield Town di putaran ketiga Carabao Cup, kemudian menjamu Burnley di Liga Primer, pekan ini.
