JAKARTA, AW-Tanpa Bruno Fernandes, Manchester United bisa apa? Pertanyaan itu sontak mengemuka usai sang kapten cedera di laga kontra Aston Villa. Ya, Fernandes adalah jantung di lapangan tengah. Baik-buruknya performa satu tim, kadang ditentukan oleh kekuatan lini tengah mereka.
Fernandes adalah otak serangan MU. Serangan banyak lahir dari kreasi gelandang serang timnas Portugal tersebut. Kejeliannya membaca arah permainan juga memudahkan lini tengah The Red Devils merusak alur serangan lawan.
Dengan begitu, hanya segelintir tusukan lawan mampu lolos ke kotak penalti MU. Selanjutnya, giliran barisan pertahanan Setan Merah yang bicara. Lalu, seperti apa performa MU saat Fernandes absen karena cedera?
Manajer MU, Ruben Amorim kini bergantung pada duet Mason Mount dan Manuel Ugarte untuk mengamankan lapangan tengah. Dengan segudang pengalamannya di Liga Primer, nama pertama diharapkan mampu menutup lubang yang ditinggalkan Fernandes.
Amorim tak punya banyak pilihan di lini tengah. Tak heran, ia harus menurunkan pemain belia, yakni gelandang Jack Fletcher dan penyerang Shea Lacey. Keduanya baru 18 tahun. Lisandro Martinez yang aslinya seorang bek, diplot sebagai gelandang bertahan.
Itu semua karena absennya sejumlah pemain pilar, seperti Bryan Mbeumo, Amad Diallo, dan Noussair Mazraoui, yang harus tampil di Piala Afrika 2025. Itu belum termasuk Matthijs de Ligt, Harry Maguire, dan Kobbie Mainoo yang cedera.
Menarik ditunggu seperti apa racikan skuat MU saat menjamu Newcastle di Old Trafford di laga Boxind Day, akhir pekan ini. “Tahun ini, terutama saat ini, kami tengah banyak masalah. Tapi, kami tak boleh menyerah,” kata dia dilansir ESPN.
