JAKARTA, AW-Para fans Aston Villa tak henti meneriakkan yel-yel: “Kami akan memenangi liga” usai tim asuhan Unai Emery sukses mempermalukan Chelsea 1-2 di Stamford Bridge dalam lanjutan Liga Primer, Minggu (28/12) dinihari. Wajar kalau para pecinta The Villans ingin melihat timnya mewujudkan mimpi besarnya musim ini. Mereka sukses meraih 11 kemenangan beruntun, menyamai rekor yang pernah dibuat pada 1897 dan 1914 silam.
Villa, yang belakangan mendapat julukan pembunuh raksasa, menjadi kuda hitam dalam laju perburuan gelar juara Liga Primer musim ini. The Lions kini bercokol di peringkat tiga klasemen, hanya terpaut sebiji poin dengan Manchester City di atasnya, dan tiga angka dengan pemuncak klasemen, Arsenal. The Gunners akan menjadi ujian berat anak asuh Emery berikutnya, tengah pekan depan.
Boleh jadi, laga yang dihelat di Emirates itu akan sangat menentukan. Jika mampu menundukkan tamunya, The Gunners akan semakin percaya diri mewujudkan mimpi juara setelah tiga musim berturut-turut hanya finis di peringkat kedua.
Namun, jika Villa yang sukses mempermalukan tuan rumah, moral dan kepercayaan diri anak asuh Mikel Arteta bisa merosot tajam. Ini tentu menjadi keuntungan tersendiri untuk pesaing terdekat mereka, City, yang di laga lainnya harus melawat ke markas Sunderland.
Apalagi, The Citizens baru akan bermain dua hari kemudian. Kekalahan sang pemuncak klasemen akan membakar semangat juang Erling Haaland cs untuk menundukkan tuan rumah dan merebut puncak klasemen dari tangan Villa.
“Tim lain takut dengan kami meski saat kami tak mengedepankan permainan menyerang indah. Tapi, kami fokus di setiap laga. Tapi, musim masih panjang,” ujar Ollie Watkins dilansir Goal.
Villa menang 1-2 atas Chelsea berkat sepasang gol Watkins. Joao Pedro membawa tuan rumah unggul di menit ke-37. Namun, Watkins yang baru masuk di menit ke-58 sukses membalikkan keadaan dengan dua golnya di menit ke-63 dan 84.
