JAKARTA, AW-Kehadiran Luciano Spalletti sebagai allenatore anyar Juventus belum mampu mengubah gaya bermain Bianconeri. Para fans bahkan melihat permainan Nyonya Tua semakin monoton dan membosankan. Setali tiga uang, Spalletti pun menyebut lawan mudah memprediksi permainan Dusan Vlahovic cs.

“Di babak pertama, (permainan) kami mudah ditebak dan para pemain membuat terlalu banyak kesalahan teknis. Kesalahan tersebut harusnya bisa dihindari karena level kami sudah lebih tinggi,” kata eks pelatih timnas Italia tersebut dilansir Football Italia.

Inilah yang membuat Juve sulit meraih poin penuh dan hanya membawa pulang sebiji poin dari lawatannya ke Artemio Franchi, markas Fiorentina. Ia menilai Kenan Yildiz tak mendapat pasokan bola yang memadai karena bola lebih banyak berkutat di area pertahanan.

Barisan pertahanan harus jeli dengan memberikan umpan lambung ke pertahanan lawan karena Yildiz memang diplot sebagai ujung tombak. Penyerang muda masa depan timnas Turki tersebut akhirnya bergeser ke sayap kiri untuk menjemput bola.

Juve sempat memimpin lewat gol Filip Kostic di injury time babak pertama. Namun, La Viola sukses menyamakan kedudukan di awal babak kedua lewat tendangan jarak jauh spektakuler Rolando Mandragora.