JAKARTA, AW-Sejarah mencatat Antonio Conte belum pernah sukses membawa anak asuhnya lolos ke semifinal Liga Champions Eropa. Prestasi terbaik pelatih asli Italia itu adalah membawa Juventus lolos ke perempat final pada musim 2012-13.

Kekalahan memalukan 6-2 dari tuan rumah PSV Eindhoven di laga ketiga fase liga kompetisi elit Benua Biru. Sepasang gol Scott McTominay tak berarti banyak karena hasil ini menjadi kekalahan terbesar pertama untuk Conte dan Napoli di Liga Champions. Terakhir, Partenopei kebobolan enam gol saat menyerah 6-3 dari Sampdoria di Seri A, Desember 1997 silam.

Di Liga Champions, anak asuh Conte hanya mampu 16 kali menang, 14 imbang, dan 15 kalah. Setelah lolos ke perempat final, Bianconeri gagal lolos dari babak grup di musim berikutnya. Semasa membesut Chelsea, Conte hanya mampu membawa The Blues ke babak 16 besar di musim 2017-18. Kemudian, Inter racikan eks pelatih timnas Italia itu tak mampu lolos dari babak grup di musim 2020-21. Tottenham Hotspur juga hanya mampu menjejak babak 16 besar di musim 2022-23.

Manajemen klub belanja besar-besaran demi meraih gelar juara Liga Champions musim ini. Ada sembilan pemain baru datang ke Stadion Diego Maradona, Naples. Namun, absennya sejumlah pemain karena cedera yakni Rasmus Hojlund, Stanislav Lobotka, Amir Rrahmani dan Romelu Lukaku membuat Napoli limbung. Mereka telah menelan empat kekalahan dari tujuh laga di semua ajang, kebobolan 15 gol dan hanya mencetak 10 gol. Napoli tak pernah lagi mencatat clean sheet sejak akhir Agustus 2025.