Pemerintah pusat menggelar Gerakan Pangan murah serentak di 4.337 titik di seluruh Indonesia pada 29 Agustus 2025. Kegiatan itu mendapat rekor dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI). (Foto/Ilustrasi : Kementan)

Oleh -
Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan, peningkatan produksi beras nasional menjadi 31,04 juta ton hingga Oktober 2025 itu ditopang oleh bertambahnya luas areal panen padi. Capaian itu berhasil melampaui total perolehan produksi beras nasional sepanjang 2024. (Foto/Ilustrasi : Kementan)

Oleh -
Langkah Kementan di bawah kepemimpinan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam melawan mafia pangan mendapat dukungan penuh dari kalangan Dewan Perwakilan Daerah atau DPD RI. (Foto/Ilustrasi : Kementan)

Oleh -
Kesejahteraan petani Indonesia kian membaik seiring meningkatnya Nilai Tukar Petani (NTP) Agustus 2025 menjadi 123,57 atau naik 0,76% dibandingkan Juli 2025 yang sebesar 122,64. (Foto/Ilustrasi : Kementan)

Oleh -
Surplus beras Indonesia hingga Oktober 2025 mencapai 3,7 juta ton, berkat kondisi iklim yang kondusif atau mendukung budi daya tanaman padi. (Foto/Ilustrasi : Kementan)

Oleh -
Kesejahteraan petani di Indonesia yang tercermin dari peningkatan Nilai Tukar Petani atau NTP merupakan jembatan menuju kedaulatan pangan nasional. (Foto/Ilustrasi : Kementan)

Oleh -
Dengan produksi beras 31,04 juta ton hingga Oktober 2025, Indonesia bukan hanya makin dekat dengan swasembada pangan nasional, tetapi juga menuju lumbung pangan dunia. (Foto/Ilustrasi : Kementan)

Oleh -
Beras premium kembali muncul di pasar ritel modern dengan harga turun Rp 1.000 di bawah harga eceran tertinggi (HET). Demi menjaga daya beli masyarakat, produsen menurunkan harga beras premium Rp 1.000 per kemasan 5 kilogram (kg). (Foto/Ilustrasi : Kementan)

Oleh -
Wamentan Sudaryono mengatakan, para petani di Indonesia dapat menggunakan meteorologi pertanian berupa data cuaca dan iklim secara tepat saat menghadapi tantangan produksi dan perubahan iklim. (Foto/Ilustrasi : Kementan)

Oleh -