Menteri Kelautan dan Perikanan RI Sakti Wahyu Trenggono saat berbicara dalam Konferensi Kelautan PBB ketiga (UNOC-3) menegaskan komitmen Indonesia atas tata kelola laut berkelanjutan. (Foto : KKP)

Oleh -
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman usai bertemu Dubes RI untuk Vietnam Denny Abdi di Jakarta pada 13 Juni 2025. Diplomasi beras Indonesia berubah dari fokus pada pengadaan kebutuhan impor menjadi menjajaki pasar ekspor, setelah stok melimpah. (Foto : Kementan)

Oleh -
KKP kembali meminta para operator kabel laut untuk menyampaikan laporan tahunan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (KKPRL) tepat waktu. (Foto/Ilustrasi : KKP)

Oleh -
KKP berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia atau SDM kelautan perikanan dengan memperkuat diplomasi maritim, di antaranya dengan menggandeng First Institute of Oceanography (FIO) dari China. (Foto : KKP)

Oleh -
Solidaritas penyuluh kelautan perikanan dalam penyelamatan salah satu rekannya bernama Dowinta adalah gambaran konkret dari hasil pembinaan sumber daya manusia yang adaptif, tangguh, dan penuh empati. (Foto/Ilustrasi : KKP)

Oleh -
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat Rakor Pengembangan Tebu di Kantor PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) di Surabaya, Jawa Timur, pada 11 Juni 2025. Mentan menyatakan, pemerintah tengah mengupayakan ekstensifikasi perkebunan tebu minimal 500 ribu hektare (ha) demi mewujudkan swasembada gula. (Foto : Kementan)

Oleh -
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat sidak ke Pasar Tembok, Surabaya, Jawa Timur (Jatim), pada 11 Juni 2025. Mentan Amran mengimbau para pedagang di seluruh Indonesia untuk mengikuti ketentuan HET beras yang ditetapkan. (Foto : Kementan)

Oleh -
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat kunjungan ke Lumajang, Jawa Timur, pada 10 Juni 2025. Dalam kesempatan itu, Mentan Amran menyatakan bahwa tidak ada toleransi bagi para pelanggar HET pupuk bersubsidi dan siap mencabut izin penjualan pelaku praktik nakal itu. (Foto : Kementan)

Oleh -