Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI Sudaryono pada Selasa (30/09/2025) pagi menerima kunjungan resmi Wakil Menteri Pertanian dan Pembangunan Pedesaan Republik Rakyat China (RRC) Maierdan Mugaiti di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan) Jakarta. Pertemuan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat kerja sama pertanian kedua negara, khususnya di bidang perberasan, perdagangan komoditas strategis, hingga pembukaan akses pasar ekspor produk unggulan Indonesia. (Foto/Ilustrasi : Kementan)
Produktivitas jagung di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih bisa ditingkatkan menjadi 7-8 ton per hektare melalui penerapan teknologi budi daya yang lebih optimal. Saat ini, rata-rata produktivitas jagung di NTT masih berkisar 2,6-3 ton per hektare. (Foto/Ilustrasi : Kementan)
Kementerian Pertanian (Kementan) di bawah komando Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendorong Provinsi Kalimantan Utara sebagai pintu ekspor pangan ke Malaysia. (Foto/Ilustrasi : Kementan)
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono, saat Jambore Penyuluh Pertanian Nasional dan Petani Milenial 2025 di Gresik, Jawa Timur, pada 25 September 2025, menyatakan bahwa penyuluh pertanian dan petani milenial harus berjalan bersama sebagai motor penggerak swasembada pangan. (Foto/Ilustrasi : Kementan)
Kementan mendorong generasi muda menjadi motor kebangkitan pertanian nasional dengan turut serta dalam pengembangan pertanian pintar atau smart agriculture di Indonesia. (Foto/Ilustrasi : Kementan)
Kementan memastikan tata kelola pupuk bersubsidi nasional saat ini semakin transparan, berjenjang, dan berbasis sistem. Pasokan pupuk bersubsidi juga melimpah, dari total alokasi 2025 sebesar 9,55 juta ton, realisasinya kini mencapai hampir 60%. (Foto/Ilustrasi : Kementan)
PB HMI mendorong keterlibatan para pemuda di Indonesia dalam hilirisasi pertanian yang sedang digalakkan Kementerian Pertanian (Kementan). PB HMI menilai hilirisasi pertanian berpotensi meningkatkan pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, serta mengurangi ketergantungan impor. (Foto/Ilustrasi : Kementan)