JAKARTA, AW-Kementerian Pertanian (Kementan) menggenjot rehabilitasi irigasi di Indonesia demi mewujudkan merdeka air bagi para petani. Menurut Kementerian Pekerjaan Umum, di 2024, jaringan irigasi nasional menghadapi tantangan besar karena sekitar 97% rusak berat, khususnya di tingkat kabupaten/kota. Situasi itu mendorong pemerintah pusat bersama lintas kementerian/lembaga mempercepat program rehabilitasi irigasi dan optimalisasi pompanisasi.

Dalam semangat peringatan HUT ke-80 RI, Kementan melalui Ditjen Lahan dan Irigasi Pertanian terus menggenjot program rehabilitasi irigasi melalui pompanisasi dan pipanisasi. Langkah ini untuk mempercepat tanam di musim kemarau sekaligus mewujudkan Merdeka Air bagi petani. Salah satu contoh pelaksanaannya di Desa Kudangwangi, Kecamatan Ujungjaya, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Di wilayah itu, lima kelompok tani bersepakat menggabungkan bantuan pompanisasi guna menghidupkan kembali sarana irigasi yang telah lama tidak berfungsi.

Direktur Irigasi Pertanian Ditjen Lahan dan Irigasi Pertanian Kementan Dhani Gartina, yang meninjau langsung lokasi persawahan, menjelaskan, Kecamatan Ujungjaya memiliki hamparan sawah sekitar 500 hektare. Namun, selama tiga tahun terakhir lahan tersebut hanya dapat ditanami sekali setahun akibat kerusakan irigasi dan bendung Cariang yang belum berfungsi optimal. “Sementara dalam perbaikan, kami memberikan bantuan perpipaan agar para petani tetap bisa berproduksi. Ini bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan nasional,” jelas dia.

Ketua Gapoktan Kudangwangi Ade menyampaikan rasa syukur atas bantuan tersebut. Gapoktan Kudangwangi merasa sangat terbantu dengan adanya program itu karena mampu meningkatkan indeks pertanaman. “Sebelum ada pipanisasi, petani di Desa Kudangwangi hanya bisa menanam sekali setahun. Kini dengan bantuan pipa 12 inch dari Kementan, kami bisa menanam padi dua kali dalam setahun. Petani sangat terbantu,” ungkap dia dalam publikasi yang dikutip Rabu (20/08/2025).

Program pompanisasi bagian dari Inpres No 02 Tahun 2025 tahap pertama dengan total cakupan 280.880 hektare (ha) di 13 provinsi. Rinciannya, Aceh 24.186 ha, Sumatera Utara 31.300 ha, Riau 18.037 ha, Jambi 21.170 ha, Sumatera Selatan 26.127 ha, Lampung 13.439 ha, Bangka Belitung 4.314 ha, Kalimantan Barat 41.453 ha, Kalimantan Tengah 7.395 ha, Kalimantan Selatan 66.161 ha, Kalimantan Timur 7.407 ha, Kalimantan Utara 7.677 ha, dan Sulawesi Selatan 12.214 ha.

Hal ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman yang menekankan pentingnya irigasi dalam upaya mencapai swasembada pangan. Perbaikan dan pembangunan irigasi melalui pompanisasi dan pipanisasi serta memastikan ketersediaan air bagi petani, merupakan kunci keberhasilan program ketahanan pangan nasional.

Dengan adanya sinergi lintas sektor, Kementan optimistis program pompanisasi akan menjadi salah satu motor penggerak dalam mewujudkan Merdeka Air bagi petani Indonesia, sekaligus memperkuat semangat kemerdekaan di usia ke-80 Republik Indonesia.