JAKARTA, AW-Lulusan Polbangtan atau Politeknik Pembangunan Pertanian disebut The Chosen One oleh Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono. Lulusan Polbangtan siap mengguncang dunia pertanian dan menjadi motor ketahanan pangan nasional karena telah terlatih selama masa pendidikan.

Wamentan Sudaryono mendorong lulusan Polbangtan, termasuk Polbangtan Yogyakarta-Magelang (Polbangtan Yoma), untuk tampil sebagai motor ketahanan pangan nasional. Para lulusan Polbangtan telah dibekali keterampilan praktis, kepemimpinan, dan jiwa kewirausahaan yang kuat.

Dengan bekal tersebut, mereka diharapkan mampu menjadi agen perubahan di sektor pertanian. “Ini adalah tenaga-tenaga terlatih di bidang pertanian yang disiapkan untuk memegang atau menjadi leader di kelompok, di masyarakat mereka masing-masing,” kata Wamentan usai memberikan arahan pada Wisuda 267 Mahasiswa Polbangtan Yoma di Jogja Expo Center (JEC) Yogyakarta pada 20 Agustus 2025.

Wamentan meyakini lulusan Polbangtan mampu mendorong kemajuan sektor pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di sekitarnya. Ia menilai, keberhasilan lulusan sebelumnya yang telah sukses menjadi wirausahawan pertanian adalah bukti bahwa pendidikan vokasi pertanian mampu mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang adaptif dan siap menghadapi tantangan zaman.

Wamentan berharap lulusan itu dapat menjadi inspirasi dan menyebarkan ilmu ke sekitar, sehingga meningkatkan produksi dan petaninya itu lebih efisien. “Kalau lebih efisien berarti meningkatkan kesejahteraan dari petani. Banyak di antara lulusan Polbangtan yang sudah berhasil menjadi wirausahawan pertanian. Ada yang ekspor, ada yang pengolahan, ada yang menanam, ada yang peternak, ada macam-macam,” jelas Wamentan dalam publikasi yang dikutip Kamis (21/08/2025).

Selain diarahkan ke dunia wirausaha, lulusan Polbangtan juga disiapkan untuk memperkuat Brigade Pangan, yaitu program Kementerian Pertanian (Kementan) mengelola lahan-lahan potensial di luar Jawa. Kehadiran lulusan Polbangtan diharapkan dapat mengawal dan melatih tenaga lokal. “Ini tenaga-tenaga terlatih untuk mengawal Brigade Pangan dan melatih tenaga lokal. Apakah cara menggunakan mesin pertanian, cara mengelola hama, penggunaan pestisida, pupuk, dan lain-lain,” jelas dia.

Wamentan juga memotivasi para lulusan untuk tidak minder dan berani berkiprah di manapun berada. ”Kalian yang berada di sini merupakan the chosen one. Banyak orang menantikan kiprah kalian,” harap dia.

Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Idha Widi Arsanti menaruh harapan besar pada wisudawan untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya pada masyarakat. “Saya sangat berharap agar lulusan Polbangtan Yoma dapat menjadi wirausahawan muda di bidang pertanian, membuka lapangan pekerjaan, serta meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani,” jelas Idha.