JAKARTA, AW-Tren positif produksi beras Indonesia terus berlanjut, tercermin dari proyeksi Januari-Oktober 2025 yang tembus 31,04 juta ton. Dengan produksi beras sebesar itu, Indonesia bukan hanya kian dekat swasembada pangan nasional, tetapi menuju lumbung pangan dunia.
Kabar menggembirakan datang dari sektor pertanian Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat lonjakan tajam produksi padi dan beras sepanjang 2025. Lonjakan itu bakal memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus menegaskan optimisme pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan.
Deputi Statistik Bidang Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengungkapkan, tren kenaikan produksi beras berlangsung konsisten sejak awal tahun. “Produksi beras sepanjang Januari-Oktober 2025 diperkirakan 31,04 juta ton atau meningkat 3,37 juta ton atau 12,16% dibandingkan periode sama 2024,” ujar Pudji dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (01/09/2025).
Menanggapi rilis itu, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyambut positif capaian tersebut. Keberhasilan itu hasil kerja keras petani, dukungan penuh pemerintah, serta sinergi berbagai pihak dalam memperkuat ekosistem pangan nasional. “Alhamdulillah, BPS sudah mengeluarkan rilis baru, produksi kita terus meningkat, naik signifikan dari sebelumnya. Ini bukti intervensi pemerintah hadir, mulai dari penyediaan pupuk, perbaikan irigasi, dan bantuan lainnya dari Presiden kita benar-benar dirasakan petani.” ujar Mentan Amran
Mentan Amran juga terus berkomitmen untuk mengawal tren positif produksi beras tersebut. Pemerintah terus hadir Bersama masyarakat khususnya para petani yang telah sama-sama berjuang mewujudkan swasembada pangan. “Kita harus terus jaga tren positif ini agar Indonesia tidak hanya swasembada, tetapi juga lumbung pangan dunia, itu yang diimpikan bapak Presiden. Ada tiga bulan ke depan untuk berproduksi di tahun ini, itu harus kita optimalkan,” kata Mentan.
Dengan tren produksi dan luas panen yang terus naik dibandingkan tahun sebelumnya, Indonesia diyakini berada di jalur aman dalam menjaga stok pangan nasional. Data BPS ini sekaligus memberi sinyal kuat bahwa strategi percepatan produksi pertanian yang dilakukan pemerintah berhasil memberikan dampak nyata di lapangan.
Luas Panen Bertambah
Di konferensi pers, Deputi BPS Pudji Ismartini mengatakan, peningkatan tajam produksi beras tersebut didukung dari sisi produksi gabah. Produksi padi sepanjang Januari-Oktober 2025 diperkirakan 53,87 juta ton gabah kering giling (GKG), naik 5,84 juta ton GKG atau 12,17% dari periode sama 2024. “Angka ini sekaligus menjadi capaian bersejarah yang mengerek harapan atas ketersediaan gabah yang melimpah di dalam negeri,” papar Pudji dalam publikasi yang dikutip pada hari yang sama.
Proyeksi tiga bulan mendatang yang menunjukkan bahwa tren positif masih terus berlanjut. Potensi produksi padi sepanjang Agustus-Oktober 2025 diperkirakan 15,8 juta ton GKG atau naik 0,63 juta ton GKG atau 4,16% dari periode sama tahun lalu. Prediksi peningkatan produksi padi pada periode Agustus-Oktober 2025 itu tentu juga berdampak pada peningkatan beras nasional. Diperkirakan terdapat tambahan beras pada periode Agustus-Oktober 2025 mencapai 9,11 juta ton. “Potensi produksi beras Agustus-Oktober 2025 diperkirakan 9,11 juta ton atau naik 0,36 juta ton atau 4,17% dibandingkan periode sama tahun lalu,” jelas Puji
Kenaikan produksi itu ditopang oleh luas panen yang jauh lebih besar dari tahun sebelumnya. Secara umum, terjadi peningkatan luas panen pada periode Januari-Oktober 2025 sebesar 11,9% dari periode sama tahun sebelumnya. Luas panen padi Januari-Oktober 2025 diperkirakan 10,22 juta hektare (ha) atau bertambah 1,09 juta ha atau 11,9% dari periode sama 2024.
