JAKARTA, AW-Modernisasi pertanian pada fase pascapanen dengan penggunaan alat mesin pertanian (alsintan) modern dapat mempermudah para petani di Tanah Air. Contoh para petani di Sumedang, penggunaan alsintan modern dalam rangka modernisasi pertanian membuat panen padi mereka menjadi lebih cepat dan efisien.
Maman, petani sekaligus anggota Kelompok Tani Ciroyom 2 di Desa Palasari, Kecamatan Ujung Jaya, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, memberikan tanggapannya terhadap pemanfaatan alsintan moden. Menurunt dia, combine harvester menjadi solusi nyata di lapangan. “Kalau dulu panen butuh banyak tenaga kerja dan waktu. Sekarang dengan combine harvester satu hektare sawah bisa selesai dalam hitungan jam. Gabah juga lebih bersih dan tidak banyak tercecer,” kata Maman dalam publikasi yang dikutip Jumat (22/08/2025).
Bagi Maman dan kelompoknya, kehadiran alsintan pascapanen membuat proses panen jauh lebih efisien. Lebih dari itu, pemanfaatan alsintan mampu menekan biaya produksi dan mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja yang semakin terbatas. Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan menegaskan, modernisasi pascapanen merupakan kunci utama untuk memperkuat swasembada pangan.
“Jika petani kita didukung dengan teknologi modern, produksi akan meningkat, biaya panen dapat ditekan, dan pangan kita terjamin. Modernisasi pertanian ini adalah jalan menuju swasembada pangan berkelanjutan sekaligus menjaga kedaulatan bangsa di bidang pangan,” tegas Mentan.
Dalam kesempatan berbeda, Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian (PSP Kementan) Andi Nur Alam Syah menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi modern di sektor pertanian. Ia menegaskan bahwa modernisasi pertanian khususnya pascapanen merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan.
“Alsintan modern, khususnya combine harvester dan power thresher, sangat penting untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Dengan teknologi ini, kita bukan hanya membantu petani bekerja lebih cepat, tetapi juga menjaga agar hasil panen tidak banyak hilang. Inilah bagian dari strategi percepatan menuju swasembada pangan,” jelas Andi Nur Alam Syah.
Andi juga menyampaikan, pada 2025, Kementan menyalurkan ribuan unit alsintan pascapanen ke berbagai daerah. Ia berharap manfaat nyata dari dukungan Kementan dapat semakin dirasakan oleh petani. “Pada 2025 kami mengalokasikan 3.228 unit combine harvester besar dan 2.152 unit power thresher. Dengan dukungan ini, kami ingin memastikan lebih banyak petani yang merasakan manfaat nyata modernisasi pertanian,” jelas dia.