JAKARTA, AW-Pemerintah akan mengubah Banjarnegara menjadi episentrum ekspor komoditas pertanian melalui kehadiran Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) di kabupaten itu. Saat ini, Kopdes Merah Putih di Desa Bawang, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, telah sukses mengekspor mocaf dan media tanam berbahan serabut kelapa.
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menjelaskan pentingnya kehadiran Kopdes Merah Putih untuk melakukan pembinaan terhadap masyarakat guna memaksimalkan potensi pertanian di desa. Hal itu tentu dapat berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di desa. ”Kopdes Merah Putih dapat memberdayakan petani kemudian dikoordinasi dan dibuat produk hilirisasinya dan diekspor ke pasar dalam negeri maupun mancanegara. Saya kira itu penting untuk kita kuasai dan bisa membawa kesejahteran bagi masyarakat desa dengan hilirisasi produk-produk pertanian,” ujar Wamentan.
Dalam publikasi yang dikutip Senin (22/09/2025) disebutkan, Wamentan mengungkapkan hal itu saat melepas ekspor komoditas lokal berupa mocaf (Modified Cassava Flour) dan media tanam berbahan serabut kelapa yang dikelola Kopdes Merah Putih di Desa Bawang pada 20 September 2025. Pelepasan ekspor itu menjadi bukti nyata keberhasilan hilirisasi produk pertanian desa.
Pola pemberdayaan petani lewat koperasi mampu membuka akses pasar lebih luas, baik domestik maupun internasional. “Hari ini kita melepas ekspor mocaf dan media tanam serabut kelapa yang prosesnya melibatkan Kopdes Merah Putih. Tentu saja ini bagaimana Kopdes memberdayakan petani-petani di desa,” kata dia. Karenanya, melalui Kopdes Merah Putih, Wamentan mewakili Kementerian Pertanian siap mengubah Banjarnegara sebagai episentrum ekspor.
Dalam kesempatan itu, Wamentan Sudaryono menekankan agar produk lokal bernilai tambah mampu menembus pasar global dan mengajak generasi muda untuk terjun menjadi petani modern sekaligus pengusaha pertanian. “Saya telah mencanangkan program ekspor apa saja dan ekspor di mana saja. Pokoknya apa saja yang bisa diekspor, kita ekspor. Ini penting untuk menggugah semangat generasi muda agar mau jadi petani sekaligus pengusaha. Kita tidak boleh kalah dari negara lain, karena produk kita terbaik dan petani kita paling rajin di dunia,” tegasnya.
Sedangkan Bupati Banjarnegara Amalia Desiana mengapresiasi Kementerian Pertanian, khususnya dukungan langsung dari Wamentan Sudaryono. Perhatian itu nyata, antara lain dengan alokasi anggaran dan tambahan alat dan mesin pertanian (alsintan) bagi Banjarnegara. “Kami sangat berterima kasih atas perhatian Pak Wamentan. Dukungan beliau membuat Banjarnegara kian siap mendukung swasembada pangan nasional. Kolaborasi pertanian dengan Koperasi Merah Putih ini diharapkan membawa manfaat besar bagi masyarakat,” ujar dia.
Pelepasan ekspor pada 20 September 2025 itu juga menjadi momentum penting untuk mendorong Banjarnegara semakin maju dan sejahtera melalui kerja sama seluruh elemen, termasuk pemerintah daerah, petani, koperasi, serta TNI-Polri.
