JAKARTA, AW–Penebusan pupuk bersubsidi tahun ini langsung berjalan sejak detik pertama pembukaan per 1 Januari 2026 pukul 00.00. Hingga pukul 00.16 WIB, tercatat 147 transaksi penebusan pupuk subsidi oleh petani di berbagai daerah, terdiri atas 74 transaksi melalui iPubers (KTP) dan 73 transaksi menggunakan Kartu Tani.

Fakta ini menegaskan bahwa sistem penyaluran pupuk bersubsidi telah siap dan berfungsi sejak awal tahun. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan, kepastian pupuk bersubsidi sejak hari pertama Tahun Anggaran (TA) 2026 bagian dari komitmen pemerintah menjaga stabilitas produksi pangan Indonesia.

“Kami memastikan pupuk bersubsidi tersedia, tepat waktu, dan mudah diakses petani sejak awal tahun. Ini bagian dari langkah serius pemerintah menjaga stabilitas produksi dan mempercepat swasembada pangan,” ujar Mentan Amran dalam publikasi yang dikutip Jumat (02/01/2026).

Kementerian Pertanian (Kementan) menegaskan, kelancaran penebusan pupuk bersubsidi sejak pukul 00.00, kepastian harga sesuai harga eceran tertinggi (HET), serta kemudahan akses bagi petani merupakan bagian dari penguatan tata kelola sarana produksi pertanian demi menopang stabilitas sektor pertanian dan agenda swasembada pangan nasional.

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan Andi Nur Alamsyah menambahkan, penebusan pupuk bersubsidi dilakukan sesuai ketentuan harga yang telah ditetapkan pemerintah sekaligus menunjukkan kesiapan sistem distribusi di lapangan sejak awal tahun. Sesuai Kepmentan No 1117 Tahun 2025, HET pupuk bersubsidi telah diturunkan 20% sebagai bentuk perlindungan terhadap daya beli petani.

“Transaksi yang sudah tercatat sejak pukul 00.00 WIB membuktikan sistem iPubers dan Kartu Tani siap digunakan. Saat Tahun Baru 2026, petani langsung menebus pupuk bersubsidi. Ada 147 transaksi yang pecah hanya dalam 16 menit,” ungkap dia.

Salah satu transaksi dilakukan Salim, anggota Poktan Timbul Jaya, Desa Jeruklegi Wetan, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap. Sesuai data sistem iPubers, Salim menebus pupuk urea 800 kilogram atau setara 16 sak di kios resmi UD Tunggul Makmur pada pukul 00.01.36 WIB.

Salim mengaku bersyukur dapat menebus pupuk subsidi tepat di awal tahun dan menyampaikan apresiasi atas kelancaran penyaluran. “Saya coba menebus pupuk karena kios masih buka, dan ternyata sudah bisa ditebus. Alhamdulillah sangat membantu. Terima kasih Presiden Prabowo, pupuk lancar,” ujar Salim lewat sambungan telepon pada 1 Januari 2026.